Thursday, 30 August 2018
Main lego
via IFTTT
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Thursday, 12 October 2017
dek zafran sama mama
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Wednesday, 11 October 2017
Tuntun aku untuk menggapai surgaNya ya zauji...
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Tuesday, 18 April 2017
Kado ulang tahun untuk zafran 21-04-2017
Sebuah kebanggaan ketika aku menjadi seorang ibu tepat dimana ibu kartini seorang pejuang wanita dilahirkan. Ya... q melahirkan lebih awal di bandingkan HPL dari bidan yaitu 29 april, awalnya sebagai calon ibu muda aku berkeinginan anak q lahir lebih dari HPL biar bisa dapat tanggal yang bagus. Tanggal 2 mei hari pendidikan atau kalau gak ya tanggal 5 mei biar tanggal lahirnya sama kayak aku hehe namanya juga calon mama muda imajinasinya itu tinggi banget... dan ternyata Allah memberi kejutan yang lebih indah anak q lahir tepat saat perayaan kartini ( kartinian) pukul 09.15 yah mungkin tepat saat indonesia sibuk merayakan hari kelahiran pejuang wanita ibu kita R.A. Kartini.
H- sebelum lahiran aku udah nyiapin nama buat anak ku... Muhammad Zafran Hazim Aliyyan yang artinya laki2 yang beruntung karena kecerdasan sehingga ia mulia laksana muhammad. Doa ku dalam nama itu adalah agar anak ku selalu menjadi orang yang beruntung dan selalu diiringi dengan kepandaiannya... dan memang betul kenyataannya... kelahirannya selalu diliputi dengan keberuntungan... awal mulanya suami berencana lahiran ku ikut bpjs saja... padahal aku gak ingin aku takut sama isu2 yang beredar dan yang aku dengar. Tapi suami tetap kekeh sehingga aku harus ganti bidan yang mau menerima bpjs alias aku pindah dari bidan yang udah biasanya meriksa aku... ya pindah bidan ketika usia kandungan udah 38 minggu jalan 39 minggu mungkin bidannya juga belum paham keadaanku... aku di minta untuk cek hb. Yang sebelumnya q tidak pernah melakukannya... setelah cek hb dan hasilnya q kasihkan ke bu bidan, aku malah dimarahi karna hb ku cuma 7.9 yang seharusnya 11-12 itu memang rendah banget. Bu bidannya takut mungkin... aku disuruh maem ini dan itu. Semalam itu ku coba berusaha untuk menaikkan hb tentu tidak mudah. Belum sampe pagi, tiba2 malam itu aku kontraksi dan mau tidak mau aku harus balek ke bidan yang semalam. Jm 3 dini hari tiba d klinik bu bidan itu, ternyata bu bidannya tidak ada. Lalu aku dan suami balik, karena sakit yang teramat terpaksa aku kembali ke bidan aku yang dulu yang rutin meriksa aku... eee pas nympe rumahe bu bidan malah sepi bu bidannya pergi. Lalu aku dan suami balik sambil mikir kemana lagi aku harus minta bantuan. Tiba2 ada suara klakson mobil dari depan, yah... dan ternyata itu ibu bidan. Ternyata bu bidannya liat aku sama suami lalu beliaunya puter balek... beliau hendak nganter anaknya nyalon buat kartinian... lalu aku di periksa dan memang udah pembukaan 1. aku kembali pulang sambil nunggu pembukaan lagi... sekitar jam 6 pagi bu bidan kerumah meriksa aku lagi... ternyata udah buka 3... tapi aku masih bisa ngrias anak saudara yang mau kartinian sambil nahan sakite.
Sekitar jam 7 aku dibawa ke rumah bu bidan buat persiapan, bu bidan sih bilang katanya lahirnya sekitar jam 1 an siang... pikir ku kok lama ya... udah gak tahan sakitnya. Tp setelah di infus kontraksinya makin kuat sambil di tunggui ibu mertua dan ibu saya sendiri serta suami di sampingku, sekitar pukul 9 udah pengen keluar, tp asisten bu bidan liat tubuhku katanya kuning pucat lalu bu bidan menanyakan hb q berapa karena sebelumnya belum pernah meriksa hb q. Dan q jawab 7.9 lalu sontak bu bidan kaget sambil ngomel2 kok bisa mbk... obate pasti gak pernah diminum. Dan memang gak pernah tak minum obat dari bidannya. Bergegaslah bu bidan nelfon rumah sakit tapi sayangnya tidak ada jawaban dari sana. Ceritanya ibu q sendiri ibu ku sempat takut dan terus berdoa semoga lahiran disini saja dan alhamdulillah beberapa menit kemudian berkat doa ibu ku suami ku dan mertua ku anak ku lahir pukul 09.15 dengan selamat alhamdulillah... meskipun badan q yang masih lemah sempat hampir tak sadarkan diri.
Singkat cerita setelah q sudah di rumah dan ibu ku sendiri mau pulang aku di kasih uang yang alhamdulillah bisa untuk bayar biaya persalinan. Alhamdulillah tanpa bpjs pun aku masih mampu. Karena aku yakin setiap anak membawa rezekinya sendiri. Aku pun bisa meng aqiqahkan anak ku zafran dengan 2 kambing pastinya. Mungkin seandainya aku melahirkan d rumah bidan yang bpjs aku d rujuk ke rumah sakit karena hb q yang rendah. Karena setelah aku melahirkan dengar cerita dari orang2 ada ibu yang melahirkan karena hb rendah jadi di rujuk ke rumah sakit... alhamdulillah syukur selalu ku panjatkan pada Allah yang mengabulkan doa-doa ku...
Sekarang zafran sudah mau 1 tahun tepat di tanggal 21 April yah lahirnya barengan sama R.A Kartini... semoga jiwanya seperti beliau bisa menjadi pejuang bagi dirinya sendiri dan keluarga. Amin...
Sejarah ini... eh ndak sejarah ya sekedar cerita tentang kelahiran anak ku zafran. Kutuliskan kisah ini agar kelak anak ku zafran bisa membacanya dan semoga mau membacanya... terkadang anak cowok kan males banget kale ya buat baca kyk ginian... apa lagi curhatan emaknya yang mungkin gak terlalu penting. Tapi nak bagi mama ini hal yang penting moment terdahsyat. Semoga kau baca kisah ini anak ku... dan bisa mengambil hikmah dan pelajarannya... memang emakmu ini terkadang suka nulis kayak ginian... bukan iseng tapi sekedar mengabadikan kisah cerita yang tak ingin terlupa begitu saja. Untuk suami q papa rif'an atau komandan sapaannya di kantor terimakasih atas kasih sayang dan cintamu tetaplah menjadi imam yang menuntunku menuju pintu surgaNya.. semoga dilebarkan lagi rezeki untuk kamu dan kita... untuk anak ku yang paling ganteng zafran atau zaf panggilan singkatnya semoga jadi anak yang sholih yang ganteng, pinter ngaji dan sekolah, rajin ngibadah rajin bantu orang tua dan jadi anak kebanggaan mama papa dan semua orang yang mengenalmu nak...
Ku persembahkan tulisan ini untuk anakku zafran sebagai kado ulang tahun yang ke-1 tahun. Meskipun kamu belum bisa baca nak... semoga kelak kamu membacanya... sun sayang dari mama buat dek zafran... 😙
mama zafran
papa zafran
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Friday, 29 May 2015
tuk Calon imam q
|
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Friday, 26 December 2014
Tulisan di Ujung Desember
Tulisan di Ujung Desember

Aku bukanlah seorang penyair yang pandai merangkai bait-bait mutiara. Aku bukahlah seorang sastrawan yang
mengarang sebuah cerita cinta. Aku pun bukan seorang seniman yang membuat orang
tertarik bahkan terhibur dengan karyaku. Aku tak pernah menginginkan menjadi
seorang jurnalis yang selalu menulis. Aku pun tak pernah menginginkan menjadi
seorang pengarang yang selalu mengarang. Aku pun tak pernah menginginkan
menjadi seorang team kreatif dalam suatu instansi atau dalam pekerjaanku yang
selalu memberikan ide-ide yang membuat orang suka atas pemikiranku.
Lewat tulisan aku bercerita
tentang kisahku, lewat tulisan aku mengungkapkan semua rasaku, lewat tulisan
pula aku menuangkan segala keluh ataupun kesahku. Lewat tulisan aku berkata,
lewat tulisan aku berekspresi, dan lewat tulisan pula akau mencurahkan
inspirasi yang aku punya. Meski tak seromantis tulisan penyair, pun meski tak
seindah tulisan sastrawan. Dengan tulisan aku merasa percaya diri, dengan
tulisan aku merasa mampu melepas ikatan di hati maupun pikiranku. Aku menulis
tidak untuk di puji, aku menulis tidak untuk dikagumi, aku menulis tidak untuk
di kasihi, aku menulis tidak untuk disayangi, aku menulis tidak untuk dicintai,
aku pun menulis tidak untuk dihormati.. Lewat tulisan aku hanya ingin dihargai.
Dihargai kisahku, dihargai rasaku, dihargai rangkaian ekspresiku.
Tulisanku adalah dairyku,
tempat ku mencurahkan segala rasaku dan segala ceritaku. Mungkin ada satu tokoh
yang akan menjadi pemeran dalam tulisanku. Kau, kaulah yang menjadi tokoh utama
dalam tulisanku. Kau yang memberi banyak rasa buatku, kau pula yang mengisi
banyak cerita di bulanku ini. Tulisan-tulisan ini ku persembahkan untukmu tuk
kau hargai, hanya tuk kau hargai tak lebih. Hargai isi tulisan ku, hargai
segala bentuk ekspresiku. Jika tak selaras dengan hatimu, aku hanya minta
tetaplah hargai karyaku.
Mungkin tulisan ku terlalu
lebay, terlalu berlebih, terlalu udik. Tapi perlu kau tahu wahai tokoh utama,
tulisanku hanya sebuah replika kecil dari ekspresi semua rasaku. Tuk kau tokoh
utama, aku tak menginginkan kau melakukan hal yang sama sepertiku. Aku tak akan
memintamu tuk membuat tulisan sama sepertiku. Satu pinta ku tuk kau wahai
pemeran utama, tetap hargai tulisanku meski kau mungkin saja tak menghendaki
itu.
Terimakasih ucapku tuk kau
wahai tokoh utama, kau yang telah membangunkan kembali jari-jari ini tuk
menulis. Meski kau tak pernah menyadari akan semua itu. Aku tau, kau mungkin
tak menyukai hal-hal yang seperti ini. Aku tau, kau mungkin bukan pria yang
melankolis yang akan turut tenggelam dalam tulisanku. Tapi cukup dengan
senyuman, aku mengerti kau tak keberatan dengan tulisan-tulisan ku. Cukup dengan
menghargai karyaku, aku mengerti kau menyimpan sebuah kepuasan dalam tulisanku.
Di pengujung bulan ini, di
pengujung tahun ini. Ku tuliskan cerita, ku siratkan rasa, dan ku padukan
bahasa tuk melukiskan isnpirasi yang aku dapat denganmu wahai tokoh utama yang
telah mewarnai sebagian kecil perjalanan hidupku di bulan desember ini.
Ulfan
27-12-14
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Wednesday, 24 December 2014
Bisikan dalam Diam mu....
Wahai engkau sang penakluk hati, tiada rayuan
yang kau beri, tiada janji yang kau imingi, tiada ucap yang kau sesali. Diam....
hanya diam yang kau berikan, hanya diam yang kau lakukan. Mungkin hal biasa
yang kau perbuat, meskipun bukan hal biasa yang aku dapatkan. Kau bukan pria
cerewet, kau bukan pria yang over, kau juga bukan pria yang romantis. Kau bukan
seorang raja yang datang dari istana, kau bukan pangeran berkuda putih, kau bukan
malaikat cinta yang datang dengan sayap putihnya. Kau bukan super hero yang
mampu mneyelamatkan di tengah kekacauan, kau pun bukan seorang yang mampu
mengajak terbang tinggi melihat indahnya dunia.
Kau hanyalah seorang insan Tuhan yang mampu
memberikan kenyamanan pada seorang insan yang terpuruk dalam kesepian. Kau hanyalah
seorang insan Tuhan yang memberikan penerangan dan menunjukkan arah pada seorang
insan yang berada dalam kesunyian bagai gelapnya malam tanpa bulan dan bintang.
Kau hanyalah seorang insan Tuhan yang
menyirami dan menyejukkan relung insan yang dahaga di tengah terik siang yang
mengguncang. Dan kau hanyalah seorang insan Tuhan yang mampu menemani dalam
perjalanan hidup yang penuh aral dan rintangan.
Ketika aku keliru kau hanya diam dan tersenyum
padaku, seolah kau ucapkan kata “ tak apa, jangan di ulang kembali”. Ketika aku
bercerita tentang masa laluku tentang mereka yang pernah ada di hati ku, tak
pernah kau bilang cemburu, hanya satu kata yang terucap saat itu dari lisanmu, “semua
itu masa lalu dan biarlah berlalu”. Kau tak pernah melarangku ini itu, kau tak
pernah menyuruh aku untuk ini dan itu pula. Kau bebaskan aku tuk melakukan
semua yang aku mau, kau bebaskan aku tuk berkarya sebebasku. “kepercayaan”
itulah yang selalu kau bilang padaku, kunci kebahagiaan adalah kepercayaan pernah
sempat kau ucapkan. Aku pun tak mau merusak kepercayaan yang kau berikan
padaku. Tanpa kau selalu mengingatkan ku, aku mampu menjaga hati dan diriku,
aku mampu membatasi hak-hak ku. Tak perlu kau meminta ku tuk selalu setia
padamu, tak perlu kau meminta ku tuk selalu mengingatmu, tak perlu kau meminta
ku tuk selalu memikirkanmu. Pun tak perlu kau khawatir jika aku tiba-tiba pergi
jauh darimu.
“kepercayaan” satu kata yang selalu kau
ucapkan tanpa keraguan. Diam mu,,, buat aku berfikir lebih dewasa, karena aku diperlakukan
layaknya seorang yang benar-benar sudah dewasa. Tak di omel-omel, tak
dilarang-larang dan tak disuruh-suruh. Diam mu.... yang telah menjaga aku di
setiap langkahku. Diam mu.... yang memberi nasihat buat aku dalam setiap proses
perjalanan ku. Diam mu pula..... yang menemaniku dan setia mendengarkan curahan
hati di setiap hariku.
Aku tau,,, dalam diam kau berkata, meski tak
terucap oleh lisan.
Aku tau,,, dalam diam kau berfikir, meski tak
tertulis dalam lembaran.
Aku tau,,, dalam diam kau mendengar dan
memperhatikan, meski tak nampak dalam pandangan.
Aku tau,,, dalam sujud kau bisikan sebait doa
tuk ku, meski ku tak mendengar dalam nyataku.
Meski kau diam tapi aku mendengar bisikan
ucapan dari suara hatimu yang berbicara.
Ulfan
24-12-14
Seorang Pendidik di salah satu kabupaten terpencil di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa memberikan sumbang sih untuk generasi muda di masa depan Amin...
Subscribe to:
Posts (Atom)


















