Friday, 26 December 2014

Tulisan di Ujung Desember

Tulisan di Ujung Desember
10406579_988988084457507_431743029943676601_n.jpg
Aku bukanlah seorang penyair yang pandai merangkai bait-bait  mutiara. Aku bukahlah seorang sastrawan yang mengarang sebuah cerita cinta. Aku pun bukan seorang seniman yang membuat orang tertarik bahkan terhibur dengan karyaku. Aku tak pernah menginginkan menjadi seorang jurnalis yang selalu menulis. Aku pun tak pernah menginginkan menjadi seorang pengarang yang selalu mengarang. Aku pun tak pernah menginginkan menjadi seorang team kreatif dalam suatu instansi atau dalam pekerjaanku yang selalu memberikan ide-ide yang membuat orang suka atas pemikiranku.
Lewat tulisan aku bercerita tentang kisahku, lewat tulisan aku mengungkapkan semua rasaku, lewat tulisan pula aku menuangkan segala keluh ataupun kesahku. Lewat tulisan aku berkata, lewat tulisan aku berekspresi, dan lewat tulisan pula akau mencurahkan inspirasi yang aku punya. Meski tak seromantis tulisan penyair, pun meski tak seindah tulisan sastrawan. Dengan tulisan aku merasa percaya diri, dengan tulisan aku merasa mampu melepas ikatan di hati maupun pikiranku. Aku menulis tidak untuk di puji, aku menulis tidak untuk dikagumi, aku menulis tidak untuk di kasihi, aku menulis tidak untuk disayangi, aku menulis tidak untuk dicintai, aku pun menulis tidak untuk dihormati.. Lewat tulisan aku hanya ingin dihargai. Dihargai kisahku, dihargai rasaku, dihargai rangkaian ekspresiku.
Tulisanku adalah dairyku, tempat ku mencurahkan segala rasaku dan segala ceritaku. Mungkin ada satu tokoh yang akan menjadi pemeran dalam tulisanku. Kau, kaulah yang menjadi tokoh utama dalam tulisanku. Kau yang memberi banyak rasa buatku, kau pula yang mengisi banyak cerita di bulanku ini. Tulisan-tulisan ini ku persembahkan untukmu tuk kau hargai, hanya tuk kau hargai tak lebih. Hargai isi tulisan ku, hargai segala bentuk ekspresiku. Jika tak selaras dengan hatimu, aku hanya minta tetaplah hargai karyaku.
Mungkin tulisan ku terlalu lebay, terlalu berlebih, terlalu udik. Tapi perlu kau tahu wahai tokoh utama, tulisanku hanya sebuah replika kecil dari ekspresi semua rasaku. Tuk kau tokoh utama, aku tak menginginkan kau melakukan hal yang sama sepertiku. Aku tak akan memintamu tuk membuat tulisan sama sepertiku. Satu pinta ku tuk kau wahai pemeran utama, tetap hargai tulisanku meski kau mungkin saja tak menghendaki itu.
Terimakasih ucapku tuk kau wahai tokoh utama, kau yang telah membangunkan kembali jari-jari ini tuk menulis. Meski kau tak pernah menyadari akan semua itu. Aku tau, kau mungkin tak menyukai hal-hal yang seperti ini. Aku tau, kau mungkin bukan pria yang melankolis yang akan turut tenggelam dalam tulisanku. Tapi cukup dengan senyuman, aku mengerti kau tak keberatan dengan tulisan-tulisan ku. Cukup dengan menghargai karyaku, aku mengerti kau menyimpan sebuah kepuasan dalam tulisanku.
Di pengujung bulan ini, di pengujung tahun ini. Ku tuliskan cerita, ku siratkan rasa, dan ku padukan bahasa tuk melukiskan isnpirasi yang aku dapat denganmu wahai tokoh utama yang telah mewarnai sebagian kecil perjalanan hidupku di bulan desember ini.
Ulfan

27-12-14 

No comments:

Post a Comment